Kumpulan Berita Larangan Mudik 2021

Kemudian selain itu, periode H + 7 pascamasa peniadaan mudik yang dimaksudkan dalam Addendum Surat Edaran ini berlaku pada tanggal 18 Mei sampai dengan tanggal 24 Mei 2021. Netty menilai aneh kalau masyarakat dilarang mudik, tetapi tempat wisata tetap dibuka. Sebab, masyarakat yang tidak mudik sudah pasti akan memenuhi tempat-tempat wisata yang beroperasi. Padahal, perseberan COVID-19 pun juga pasti akan tinggi bila tempat wisata dipenuhi pengunjung.

Larangan Mudik 2021

Sesuai dengan hasil rapat Persiapan Hari Raya Idulfitri 2021 pada 26 Maret 2021. Larangan mudik akan berlaku pada sebelum dan sesudah 6-17 Mei 2021. Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pergerakan atau kegiatan-kegiatan ke luar daerah, kecuali benar-benar dalam keadaan mendesak dan perlu. Dengan dioperasikannya secara normal, pihak KAI Commuter berharap para penumpang atau pengguna KRL bisa lebih mengatur dan merencanakan perjalanan sebaik mungkin. Hal itu perlu dilakukan agar terhindar dari potensi kepadatan di stasiun maupun di dalam kereta.

Survei Kementerian Perhubungan baru-baru ini mengungakap, 18 juta orang akan tetap berniat melakukan perjalanan mudik pada Idul Fitri 2021. Kendaraan motor perseorangan dengan jenis mobil penumpang, mobil bus, dan sepeda motor serta kapal angkutan sungai, danau dan penyeberangan. (22 April-5 Mei 2021) dan di H+7 larangan mudik (18-24 Mei 2021). Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar pemeriksaan Covid-19 maupun risiko penularannya, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Pihaknya berjanji, meskipun larangan mudik diketatkan sehingga personelnya bakal bersikap tega, kerja personel kepolian akan tetap humanis, termasuk saat menindak pelanggar.

Kemudian pilih opsi e-HAC Domestik Indonesia untuk membuat kartu eHAC perjalanan domestik. Para calon penumpang dapat mengisi data diri di formulir registrasi. Menurutnya, hal ini dilakukan untuk mempertimbangkan masih besarnya potensi mobilitas yang dilakukan setelah tanggal 17 Mei 2021, khususnya yang berasal dari Pulau Sumatera ke Pulau Jawa atau dari Jawa Tengah, Jawa Barat, serta Jawa Timur ke wilayah Jabodetabek.

Jumlah petugas maupun intensitas pengawasannya juga harus ditingkatkan. Sebelum dan sesudah tanggal tersebut masyarakat juga dihimbau untuk tidak melakukan pergerakan atau kegiatan-kegiatan ke luar daerah, kecuali benar-benar dalam keadaan mendesak dan perlu. Demi mencegah penularan virus corona, larangan mudik kembali diterapkan tahun ini. Perpanjangan larangan mudik 2021 ini dimaksudkan untuk melarang masyarakat yang hendak bepergian.

Periode H + 7 pasca masa peniadaan mudik yang dimaksudkan dalam Addendum Surat Edaran ini berlaku pada tanggal 18 Mei sampai dengan tanggal 24 Mei 2021. Disebutkan, Addendum Surat Edaran ini mengatur pengetatan persyaratan Pelaku Perjalanan Dalam Negeri selama H-14 peniadaan mudik (22 April – 5 Mei 2021) dan H+7 peniadaan mudik (18 Mei – 24 Mei 2021). Untuk para PNS yang melanggar aturan larangan mudik Lebaran 2021 dan masih tetap berencana berangkat mudik tahun ini akan terancam tiga jenis sanksi yang sudah disiapkan dan telah tertuang dalam Surat Edaran Nomor 11/SE/IV/2020 yang mengacu pada PP Nomor 53 tahun 2010 . bagi yang masih nekat untuk melanggar aturan larangan mudik Lebaran tahun ini. Ada aturannya pasti ada juga sanksi yang menunggu jika masih nekat melanggarnya. Jakarta, Beritasatu.com – Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo menyampaikan sejumlah poin evaluasi penerapan larangan mudik Idulfitri 2021 di bidang transportasi.

Budi pun berharap, seluruh pemangku kepentingan transportasi agar memastikan protokol kesehatan dapat diterapkan dengan baik pada fasilitas publik. Addendum Surat Edaran ini berlaku efektif mulai tanggal 22 April sampai dengan tanggal 5 Mei 2021 dan 18 Mei sampai dengan tanggal 24 Mei 2021, serta akan ditinjau lebih lanjut sesuai dengan kebutuhan dan/atau perkembangan situasi terakhir di lapangan. bahwa pada bulan suci Ramadhan 1442 Hijriah dan semakin mendekati Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah, terdapat peluang peningkatan mobilitas masyarakat, baik untuk kegiatan keagamaan, keluarga, maupun pariwisata yang akan meningkatkan risiko laju penularan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). Optimalisasi fungsi Posko COVID-19 Desa/Kelurahan untuk pencegahan dan pengendalian penyebaran COVID-19 selama bulan suci Ramadhan Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah.

Pelaku perjalanan darat selama masa pengetatan perjalaan dengan kendaraan pribadi wajib melakukan tes Covid-19. Liputan6.com, Jakarta – Pemberlakuan larangan mudik berakhir pada Senin 17 Mei 2021. Namun demikian, pemerintah tetap memberikan persyaratan untuk perjalanan lintas daerah. Berikut syarat perjalanan selama masa pengetatan setelah larangan mudik Lebaran 2021 dari Mei 2021.

Stunny