Menilik Standar Halal Mui Dalam Menilai Vaksin Covid

Kemudian hoax yang mengatakan jika vaksin merupakan senjata biologis untuk memusnahkan umat Islam sangatlah tidak benar. Justru banyak negara non-muslim yang mengembangkan vaksin seperti Amerika Serikat, Israel, Kanda, Inggris, Belanda, dan Australia. Negara Israel merupakan salah satu negara yang pertama yang akan bebas dari Covid-19 karena cakupan vaksin yang sangat tinggi. Majelis Ulama Indonesia telah resmi menetapkan fatwa dibolehkan menggunakan vaksin AstraZeneca untuk vaksinasi COVID-19. Hal tersebut menjadi dasar bahwa jangan ada lagi keraguan dari masyarakat untuk divaksinasi COVID-19.

Selanjutnya, pengiriman suplai vaksin COVID-19 dalam bentuk bahan baku ke Indonesia akan dilakukan secara bertahap mulai Januari 2021. “Persyaratan tersebut diharapkan dapat diselesaikan dalam waktu yang lebih cepat sehingga Peratuan Pemerintah sebagai turunan dari Undang-Undang sertifikat terkait dengan produk halal juga dapat dilalui dengan baik,” beber dia. Salah satunya untuk menyusun persyaratan akreditasi dan sertifikasi produk halal. Sementara itu, Deputi Akreditasi Badan Standardisasi Nasional , Donny Purnomo, menyatakan bahwa pihaknya dan KAN telah aktif bekerjasama dengan BPJPH untuk menyusun persyaratan akreditasi dan sertifikasi produk halal.

RIAU ONLINE, PEKANBARU – Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat LAMR Datuk Seri H Al Azhar mengajak masyarakat Riau menjalani vaksinasi Covid-19. Dalam upaya menekan laju pandemi COVID-19, Seskab juga mengingatkan jajarannya untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan saat beraktivitas. Badan Pengawas Obat dan Makanan yang semestinya repot mengawasi dan menentukan keamanan vaksin covid-19.

Vaksin AstraZeneca ini juga telah disetujui di lebih dari 70 negara di seluruh dunia termasuk Arab Saudi, UEA, Kuwait, Bahrain, Oman, Mesir, Aljazair dan Maroko dan banyak Dewan Islam di seluruh dunia telah menyatakan sikap bahwa vaksin ini diperbolehkan untuk digunakan. Jika menemukan kecocokan, sel T menjadi aktif dan membantu merekrut sel kekebalan lain salah satunya sel B untuk memerangi virus. Setelah disuntikkan ke dalam tubuh, virus yang sudah dimatikan itu akan memicu sel imunitas bernama Antigen-presenting cell . Sel tersebut kemudian merobek badan virus corona yang sudah mati dibantu dengan sel T sebagai pendeteksi fragmen virus. Perusahaan juga menyampaikan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa satu dosis vaksin buatannya bisa mengurangi risiko rawat inap hingga 94 persen pada orang dalam semua kelompok umur, termasuk mereka yang berusia eighty tahun ke atas.

”Jadi meski ada unsur babinya, karena hal ini darurat, maka itu menjadi halal. Hingga nanti menemukan vaksin yang tidak menggunakan tripsin dari babi, maka vaksin yang ada hari ini tetap halal,” jelasnya. Nafis mengatakan, dari kajian LPPOM MUI, memang dalam pembuatan inang virusnya, vaksin Astrazeneca menggunakan tripsin dari pankreas babi. Nafis lantas mengatakan, ada pihak lain yang mengatakan bahwa vaksin AstraZeneca halal dan tidak mengandung babi.

Soal rencana vaksinasi 13 Januari, menurutnya sudah dikomunikasikan sebelumnya. Hal ini disampaikan baik oleh Badan Pengawas Obat Makanan dan dipertegas fatwa Majelis Ulama Indonesia . “Pemerintah tidak memiliki keleluasaan memilih vaksin Covid-19 mengingat keterbatasan vaksin yang tersedia, baik di Indonesia maupun di tingkat world,” pungkas Asrorun. “Ada kondisi kebutuhan yang mendesak atau hajat syariah di dalam konteks fiqih yang menduduki kedudukan darurat syari atau darurat syariah,” kata Asrorun. Status halal ini berlaku untuk vaksin COVID-19 buatan Sinovac Life Science Co Ltd China serta PT Bio Farma , yaitu CoronaVac, Vaccine Covid-19, dan Vac2Bio.

Oleh karenanya, pemerintah meminta MUI untuk melakukan kajian terhadap kehalalan vaksin Covid-19 . Dengan begitu, umat Islam tidak meragukan vaksin yang akan disuntikkan ke dalam tubuh mereka. CoronaVac atau Sinovac merupakan vaksin yang dikembangkan oleh perusahaan Tiongkok Sinovac. Sinovac merupakan vaksin virus corona pertama yang masuk dan mendapatkan izin penggunaan darurat Badan POM Indonesia. Sebelumnya, BPOM resmi menerbitkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization untuk vaksin virus corona Sinovac, Senin 11 Januari 2021. Dengan demikian, vaksin virus corona Sinovac telah mendapat izin untuk digunakan dalam vaksinasi.

Pihak MUI menyebutkan setidaknya ada 3 hal penting yang harus diperhatikan untuk menentukan bahwa suatu produk dinyatakan halal. Pemerintah di sejumlah negara telah mengambil langkah-langkah untuk mengatasi masalah tersebut. Di Malaysia, di mana status kehalalan vaksin teridentifikasi sebagai masalah besar di kalangan orang tua muslim, undang-undang yang lebih ketat telah diberlakukan sehingga orang tua harus memvaksinasi anak-anak mereka atau menghadapi denda dan hukuman penjara. Secara rinci, ada empat standar halal MUI untuk produk pangan, obat, dan kosmetik. Pertama, tidak memanfaatkan (intifa’) babi atau bahan yang tercemar babi dan turunannya. Dokumen itu diterima secara lengkap oleh tim MUI pada Selasa (05/01) melalui surat elektronik.

Apakah vaksin covid halal

Meski demikian, Fatwa MUI No. 14 tahun 2021 tetap membolehkan penggunaannya dgn alasan darurat. Pertama ketelusuran yakni untuk mengetahui apakah produk memakai bahan-bahan yang halal dan diproduksi dengan fasilitas yang terbebas dari kontaminasi yang menyebabkan produk menjadi tidak halal. Kedua, harus memiliki sistem jaminan halal yakni perusahaan harus memiliki komitmen yang kuat untuk menggunakan bahan, proses, fasilitas, dan prosedur yang memastikan bahwa produk yang di produksi terjamin kehalalannya. Kemudian yang ketiga, otentikasi yang dibuktikan dengan uji laboratorium untuk tidak ada kontaminasi maupun kepalsuan, sehingga dapat dibuktikan kehalalannya. Dilansir dari situs resmi MUI, Komisi Fatwa MUI menerbitkan Fatwa Nomor 02 Tahun 2021 tentang vaksin virus corona produksi Sinovac dan Biofarma, Senin (11/1). Fatwa ini mengikat pada tiga vaksin virus corona buatan Sinovac Life Science Co Ltd China dan PT Bio Farma yaitu CoronaVac, Vaksin Covid-19, dan Vac2Bio.

“Meski jujur, serangan jantung, stroke dan lain-lain dapat datang kapan saja tanpa memberitahu lebih dahulu. Bahkan, orang sedang memberi ceramah agama saja bisa meninggal dunia tiba-tiba,” ujar dia. “Tidak ada seorang pun dari 27 kasus yang meninggal dunia disebabkan oleh vaksinasi . Setelah dilakukan causality assessment, penyebabnya adalah penyakit jantung, stroke, kelainan ginjal akut, diabetes mellitus, hingga tekanan darah tinggi ,” ujar Ketua Komnas KIPI Hindra Irawan Satari saat dihubungi Republika, Jumat (21/5). “Ada sebanyak 23 orang yang hadir, 20 orang berhasil di vaksin dan 3 orang gagal dikarenakan mempunyai riwayat hipertensi dan kanker,” pungkas Peltu Zaenal Arifin.

Stunny