Mikroplastik Bisa Persulit Proses Penyembuhan Pasien Covid

Profesor McMillan mengatakan meskipun terapi antivirus ini “bukan penyembuhan”, tapi terapi yang dapat mengurangi jumlah virus Covid-19 di paru-paru hingga ninety nine,9 persen, jadi hampir sama baiknya dengan penyembuhan. Mereka menggunakan pendekatan virus “generasi berikutnya” menggunakan teknologi RNA yang membungkam gen untuk menyerang genom virus secara langsung, yang menghentikan penyebaran virus. Chloroquine sendiri memang sudah lama diketahui memiliki potensi antivirus. Dilansir dariMedlinePlus, selain diresepkan untuk mengobati dan mencegah malaria, chloroquine juga dapat digunakan untuk mengatasiamebiasis. Meski begitu, semuanya akan diberikan obat resep oleh dokter untuk meringankan gejalanya dan meningkatkan imunitasnya. Orang yang berada dalam suatu ruangan yang sama dengan pasien Virus Corona, termasuk tempat kerja, kelas, rumah, acara besar dalam 2 hari sebelum kasus timbul gejala hingga 14 hari setelah kasus timbul gejala.

Penyembuhan Covid

MajalahCSR.id – Studi baru mengungkap, mikroplastik dari tekstil dapat mempersulit paru-paru untuk memperbaiki kondisi dalam masa penyembuhan COVID-19. Ada three lembaga yang terlibat dalam studi ini, yaitu Groningen University, Plymouth Marine Laboratory dan Netherland Organization for Applied Scientific Research. Para pakar mengungkapkan, nilon dan polyester memiliki dampak buruk terhadap regenerasi sel dalam paru-paru. Pengidap long haulers Covid-19 juga dapat menderita masalah yang sulit seperti depresi, Post Traumatic Stress Disorder , penurunan kognitif, kehilangan memori, dan gangguan temper, yang sulit dipastikan tanpa sepengetahuan. Sementara klinik perawatan pasca Covid-19 sekarang melihat pola orang yang datang dengan masalah ini, banyak yang menegaskan bahwa setiap pasien diskrining untuk penyakit dan masalah selama tahap pemulihan.

Misalnya anti-piretik untuk menurunkan suhu tubuh dan cairan untuk mencegah dehidrasi, serta terapi oksigen pada pasien yang mengalami sesak napas. Meski semua orang dapat terinfeksi virus corona, mereka yang lanjut usia, memiliki penyakit kronis, dan memiliki daya tahan tubuh rendah lebih rentan mengalami infeksi ini serta komplikasinya. Pengobatan infeksi virus corona terbaru yang diberikan otorisasi penggunaan darurat FDA berbeda dari ketiga jenis cara yang sudah disebutkan di atas. Pasien diberikan infus IV atau injeksi intravena agar seseorang dengan virus corona tidak perlu dirawat di rumah sakit. Itu sebabnya ratusan penelitian di berbagai negara dilakukan untuk memastikan apakah pengobatan yang efektif mengatasi infeksi virus corona.

Obat ini sebenarnya dianggap kurang efektif untuk mengatasi pasien Covid-19 karena bukti ilmiah masih terbatas. Namun, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat tidak menyetujui penggunaan obat-obatan tersebut karena dianggap tidak aman dan efektif untuk mengobati atau mencegah Covid-19. Namun, belum ada obat yang benar-benar bisa langsung menargetkan virus penyebab Covid-19 tersebut.

Saat ini, pengobatan yang dilakukan untuk pasien Covid-19 hanya bersifat menyembuhkan gejala. Ia juga mengutarakan pesan dari dokter spesialis yang menangani dirinya saat dirawat. Pesannya adalah tetap tenang, bersuka cita, dan gembira sehingga akan menjadi obat untuk kesembuhan. Pada kondisi yang berat, bantuan napas melalui mesin ventilator dapat diberikan pada pasien untuk menyokong fungsi organ vital lainnya. Untuk pemeriksaan radiologi, dapat dilakukan pemeriksaan rontgen (x-ray) dada dan CT-scan dada. Sebagian besar pasien akan menunjukkan gambaran kekeruhan di kedua paru.

Stunny